REJANG LEBONG, latersia. Com–WASPADA DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)! Memasuki masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong, drg. Asep Setia Budiman, mengeluarkan himbauan penting dan serius kepada seluruh masyarakat Rejang Lebong pada hari Jum’at, 30 Oktober 2026 ini.
Himbauan ini dikeluarkan sehubungan dengan mulai ditemukannya beberapa pasien yang mengalami sakit DBD di beberapa Klinik dan Puskesmas yang ada di Kabupaten Rejang Lebong.
Kadis Kesehatan menilai, peralihan musim ini adalah fase paling rawan berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD, karena banyak genangan air baru yang muncul.
_”Kami dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Saat ini peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, beberapa kasus DBD sudah mulai muncul di klinik dan puskesmas. Jangan sampai terlambat, cegah dari sekarang,”_ ujar Kadinkes drg. Asep Setia Budiman
Cegah DBD Dengan Gerakan 3M Plus, Minimal Seminggu Sekali!
Menurut Kadinkes drg. Asep Setia Budiman, pencegahan utama Demam Berdarah Dengue (DBD) yang paling ampuh dan murah adalah dengan menerapkan *Gerakan 3M Plus secara rutin minimal seminggu sekali, terutama saat musim hujan.
Berikut adalah langkah-langkah 3M Plus yang harus dilakukan warga di rumah masing-masing:
1. Gerakan 3M:
• Menguras:Membersihkan dan menguras tempat penampungan air (seperti bak mandi, ember, drum, dan toren) minimal seminggu sekali agar jentik nyamuk tidak berkembang biak. Jentik butuh 7-10 hari untuk jadi nyamuk!
• Menutup: Menutup rapat-rapat semua wadah atau tempat penampungan air di sekitar rumah. Baik itu drum, toren, ember, dan tempat air lainnya agar nyamuk tidak bisa masuk dan bertelur di dalamnya.
Mendaur Ulang / Memanfaatkan Kembali:Mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas (kaleng, botol, ban bekas, atau wadah tak terpakai) yang berpotensi menampung air hujan. Jangan biarkan barang bekas menjadi sarang nyamuk!
2. Gerakan Plus-nya:
– Menaburkan bubuk larvasida (abate) pada tempat penampungan air yang sulit dikuras.
– Menggunakan obat nyamuk bakar, semprot, atau oles.
– Menggunakan kelambu saat tidur, terutama untuk bayi dan balita.
– Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk di kolam atau bak besar.
– Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender, serai wangi.
– Mengatur cahaya dan ventilasi di dalam rumah agar tidak lembab dan gelap yang disukai nyamuk.
– Gotong-royong membersihkan lingkungan, selokan, dan tempat yang berpotensi jadi genangan air.
_”Kunci utama adalah PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan 3M Plus. Tidak ada obat yang lebih ampuh selain menjaga kebersihan lingkungan kita sendiri. Kami minta peran aktif Ketua RT, RW, Kades, Lurah untuk menggerakkan warganya Jum’at Bersih dan Gerakan 3M Plus setiap minggu,”_ tegas drg. Asep Setia Budiman.
Kadis Kesehatan juga mengingatkan, jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala demam tinggi mendadak 2-7 hari, nyeri sendi, bintik merah, mual, dan mimisan, segera bawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat, jangan ditunda.