CURUP UTARA, latersia. Com– Dunia pendidikan di Kabupaten Rejang Lebong terus bergerak maju. Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, kualitas pembelajaran pun menjadi perhatian serius.
Buktinya, pada *Senin, 12 Oktober 2026, sebuah kegiatan penting bertajuk Pengimbasan Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Sekunder, Literasi dan Numerasi, serta Digitalisasi Pembelajaran* sukses digelar dengan lancar dan penuh antusias di *SD Negeri 88 Rejang Lebong, Kecamatan Curup Utara.
Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan formalitas, melainkan menjadi ruang kolaborasi nyata antar sekolah untuk saling menguatkan dan berbagi praktik baik demi masa depan anak-anak Rejang Lebong.
*Lima Sekolah Bersatu, Satu Tujuan: Mutu Pendidikan Naik Kelas*
Kegiatan pengimbasan ini diikuti oleh perwakilan guru-guru terbaik dari lima sekolah dasar yang ada di wilayah Curup Utara, yaitu:
– *SD Negeri 15 Rejang Lebong*
– *SD Negeri 74 Rejang Lebong*
– *SD Negeri 160 Rejang Lebong*
– *SD Literasi Qur’ani*
– *SD Negeri 88 Rejang Lebong* sebagai tuan rumah yang ramah
Suasana keakraban langsung terasa sejak pagi. Para peserta datang dengan semangat membawa catatan, modul, dan pengalaman masing-masing dari sekolahnya. Mereka duduk bersama, berdiskusi, dan berkomitmen untuk membawa pulang ilmu baru.
Tuan Rumah SDN 88 Sambut Hangat, Kepsek Rosita,spd Pembelajaran Harus Relevan dengan Zaman*
Tuan rumah, SD Negeri 88 Rejang Lebong*, menyambut kegiatan ini dengan penuh suka cita. Kepala Sekolahnya, *Ibu Rosita,spd dalam sambutan pembukaannya menyampaikan dukungan penuh dan harapan besar.
Dengan suara penuh semangat, ia mengatakan:
_”Kami sangat menyambut baik kegiatan pengimbasan ini. Kami di SDN 88 merasa terhormat menjadi tuan rumah. Semoga ilmu yang dibagikan hari ini dapat menguatkan mutu pendidikan di sekolah-sekolah kita, sehingga pembelajaran menjadi lebih berkualitas, relevan dengan kemajuan zaman, dan benar-benar bermanfaat bagi peningkatan kompetensi peserta didik kita,”_ ujar Rosita,spd
Menurut Rosita,spd di era Kurikulum Merdeka dan era digital seperti sekarang, seorang guru tidak boleh lagi mengajar dengan cara-cara lama. Sekolah harus punya sistem mutu yang jelas, anak-anak harus gemar membaca dan kuat bernalar, dan guru wajib melek teknologi.
Bedah 4 Pilar Penting Pendidikan Masa Kini*
Apa saja yang dibahas dalam pengimbasan ini? Ada empat pilar utama yang menjadi fokus:
1. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI):* Para peserta diajak untuk memahami bagaimana cara menyusun, menjalankan, dan mengevaluasi mutu sekolah secara mandiri dan berkelanjutan. Bukan hanya mengejar nilai akreditasi, tapi memastikan setiap proses di sekolah berjalan bermutu.
2. Literasi:* Bukan sekadar bisa membaca, tapi bagaimana menumbuhkan budaya cinta membaca, memahami isi bacaan, dan mengolah informasi. Berbagai strategi fun literacy dibagikan, mulai dari pojok baca kreatif hingga tantangan literasi harian.
3. Numerasi:* Bagaimana membuat matematika tidak lagi menakutkan bagi siswa. Numerasi ditekankan pada kemampuan bernalar, memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan angka, bukan hanya hafalan rumus.
4. Digitalisasi Pembelajaran:* Ini yang paling menarik. Di era Chromebook dan Platform Merdeka Mengajar (PMM), guru dituntut kreatif memanfaatkan teknologi. Mulai dari membuat media pembelajaran interaktif, kuis digital, hingga memanfaatkan video pembelajaran agar kelas lebih hidup dan tidak membosankan.
Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman, strategi, serta praktik baik yang selama ini telah berhasil diterapkan di masing-masing sekolah. Yang sudah berhasil, dibagikan. Yang masih kesulitan, dicarikan solusi bersama.
Harapan Besar untuk Pendidikan Rejang Lebong
Dengan adanya kegiatan pengimbasan ini, diharapkan efek domino kebaikan akan terus menyebar. Ilmu yang didapat oleh 5 sekolah ini tidak berhenti di sini saja.
Mereka diharapkan menjadi agen penggerak, mengimbaskan kembali ilmu tersebut kepada rekan-rekan guru lain di sekolahnya masing-masing, bahkan ke sekolah-sekolah lain di Kecamatan Curup Utara dan Kabupaten Rejang Lebong.
Pendidikan yang bermutu tidak bisa dibangun sendirian. Butuh kolaborasi, butuh kemauan untuk terus belajar, dan butuh keberanian untuk berubah mengikuti zaman.