Latersia. Com Fasilitas Minim, Keamanan Lemah, Pedagang Minta Disprindag RL Evaluasi_
*CURUP, 18 Agustus 2026* – Sejumlah pedagang di *Kawasan Kuliner Setia Negara, Curup, Kabupaten Rejang Lebong* mengeluhkan adanya *Surat Peringatan 1 (SP 1)* berisi akumulasi tagihan sewa kios yang dinilai mendadak dan memberatkan.
Total tagihan yang diterima mencapai *Rp1.350.000* per pedagang. Padahal, selama beberapa bulan terakhir tidak ada penagihan rutin dari pihak terkait.
*Tagihan Menumpuk, Usaha Lagi Sepi*
Salah seorang pedagang mengaku selama ini pembayaran sewa kios selalu ditagih setiap bulan. Namun dalam beberapa bulan terakhir penagihan tidak dilakukan, hingga akhirnya pedagang menerima SP 1 beserta akumulasi tagihan.
“Biasanya setiap bulan ada penagihan. Tapi beberapa bulan ini tidak ada lagi. Tiba-tiba sekarang keluar SP 1 dengan tagihan Rp1.350.000. Kami tidak sanggup membayar sebesar itu karena kondisi usaha saat ini hanya gali lubang tutup lubang,” ujar salah satu pedagang.
*Fasilitas Tak Sebanding dengan Retribusi*
Keluhan lain yang disuarakan pedagang adalah kondisi fasilitas di kawasan Kuliner Setia Negara yang dinilai masih jauh dari layak.
“Kalau hujan banjir, kalau kemarau berdebu, malam hari juga gelap karena penerangan kurang. Kami berharap retribusi ini bisa ditinjau kembali,” katanya.
Para pedagang juga membandingkan besaran retribusi di Kuliner Setia Negara dengan *Pasar Atas* dan *Pasar Bang Mego*.
“Di Bang Mego atau Pasar Atas pedagangnya jualan dalam jumlah besar, retribusinya sekitar Rp10.700. Sedangkan kami hanya pedagang kecil. Namun beban yang kami tanggung justru lebih berat,” ungkapnya.
*Keamanan dan Perawatan Minim*
Selain besaran tagihan, pedagang juga menyoroti minimnya fasilitas dan keamanan. Beberapa pedagang mengaku pernah kehilangan barang dagangan seperti payung dan tabung gas tanpa ada jaminan keamanan dari pengelola.
Perawatan kawasan juga dinilai hampir tidak pernah dilakukan. Untuk membersihkan rumput di sekitar lokasi, para pedagang harus bergotong royong dengan biaya dan tenaga sendiri.
“Kami ingin tahu pembayaran kios yang selama ini kami bayarkan digunakan untuk apa. Perawatan tidak ada, bahkan membersihkan rumput saja kami lakukan sendiri secara gotong royong,” ujar salah seorang pedagang.
Pedagang juga menyoroti masih adanya sejumlah kios yang tidak dimanfaatkan untuk berjualan, melainkan dijadikan gudang penyimpanan barang. Kondisi ini dinilai mengurangi fungsi kawasan sebagai pusat kuliner.
*Desak Pemerintah Daerah Turun Tangan*
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari *Pemerintah Daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rejang Lebong*.
Para pedagang berharap Pemkab Rejang Lebong melalui dinas terkait dapat segera:
1. *Mengevaluasi sistem penagihan* agar tidak terjadi penumpukan
2. *Meninjau kembali besaran sewa kios* sesuai kondisi usaha dan fasilitas
3. *Meningkatkan fasilitas dan keamanan* di kawasan
4. *Menata kembali Kawasan Kuliner Setia Negara* agar lebih layak dan mampu menarik pengunjung
“Kami hanya ingin berdagang dengan tenang. Kalau fasilitas bagus, keamanan ada, pasti pembeli juga ramai,” tutup pedagang.