Rejang Lebong, 22 November 2025, Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan milik pemerintah pada umumnya bertujuan memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat. Hal ini termasuk layanan perawatan gigi yang biasanya dikenakan biaya murah, bahkan dapat gratis untuk peserta BPJS maupun masyarakat kurang mampu.
Namun, kondisi berbeda dialami seorang warga di Puskesmas Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong. Fasilitas kesehatan tersebut diduga menerapkan biaya yang dinilai tidak wajar kepada pasien yang datang menggunakan BPJS aktif untuk berobat gigi.
Seorang pasien berinisial RH, warga Desa Lubuk Belimbing I, Kecamatan Sindang Beliti Ilir, mengaku dikenakan biaya sebesar Rp300.000 saat berobat gigi di Puskesmas tersebut.
RH menjelaskan bahwa dirinya datang ke Puskesmas dengan keluhan sakit gigi dan berharap mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medis untuk mengurangi rasa sakit yang ia alami.
Namun, menurut pengakuannya, pihak Puskesmas justru melakukan tindakan pembersihan karang gigi, bukan menangani gigi yang sedang sakit. Hal ini membuat RH merasa pelayanan yang diberikan tidak sesuai dengan keluhan awal.
“Niat saya untuk berobat gigi yang sakit, tapi malah puskesmas mengambil tindakan membersihkan karang gigi, bukan mengobati gigi yang sakit,” ungkap RH kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa hingga kini rasa sakit pada giginya masih belum hilang, sehingga ia merasa pelayanan yang diberikan tidak menyelesaikan masalah utama yang dialaminya.
“Sampai sekarang dak bangun-bangun gigi nyo masih sakit. Kami ke puskesmas untuk berobat gigi sakit supaya gigi dak sakit lagi, bukan untuk bersih gigi. Mau berobat titik,” tegas RH.
Menanggapi keluhan tersebut, awak media mencoba meminta klarifikasi kepada Kepala Puskesmas Padang Ulak Tanding, MY. Ia membenarkan bahwa RH memang datang untuk berobat dengan keluhan sakit gigi.
MY menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan, gigi yang dikeluhkan masih tergolong kuat sehingga pihak Puskesmas tidak berani melakukan tindakan pencabutan karena berisiko menimbulkan masalah lain.
“Benar kami melayani RH saat berobat gigi. Berhubung gigi yang sakit masih kuat, kami tidak berani mencabut gigi tersebut,” ujar MY memberikan keterangan.
Terkait biaya Rp300.000 yang dikeluhkan pasien, MY menerangkan bahwa biaya tersebut adalah tarif pembersihan karang gigi. “Hitungannya satu gigi Rp15.000. Jika dibersihkan tiga puluh gigi maka totalnya Rp450.000, namun kami hanya mengenakan biaya Rp300.000,” jelasnya.