Rejang Lebong, Bengkulu latersia. Com- Sejarah tercipta di Kelurahan Karang Anyar, Curup Timur. Sekretariat Perguruan Pencak Silat Rejang Pat Petulai menjadi saksi bangkitnya kembali roh leluhur Rejang dalam pagelaran Drama Kolosal “BENUANG SAKTI”.
Drama yang mengisahkan zaman Mduro Kelam ini berhasil menyihir ribuan pasang mata. Diceritakan, jauh sebelum Rejang Pat Petulai berdiri, empat kelompok besar Suku Rejang – Rejang Temenggung, Rejang Serumpun, Rejang Sedaro, dan Peteng Ak – masih hidup terpecah di bawah pimpinan para penguasa sakti bergelar Majai. Konflik dan kegelapan menyelimuti hingga akhirnya terjadi peristiwa sakral penebangan Pohon Benuang Sakti yang dihuni makhluk mandraguna Siamang Putih, yang menjadi titik awal persatuan menjadi Rejang Pat Mergo.
Ketua Panitia: Kami Kualahan, 1000 Kursi Ludes!
Saking antusiasnya masyarakat, panitia pelaksana sampai kualahan. Ketua Panitia Pelaksana, Bapak Suardi, mengungkapkan:
“Kami sangat kualahan menyiapkan kursi pengunjung baik itu tamu khusus maupun masyarakat umum yang ingin menyaksikan acara drama Benuang Sakti yang diselenggarakan di sekretariat pencak silat Rejang Pat Petulai bertempatan di kelurahan Karang Anyar Curup Timur kabupaten Rejang Lebong. Kami diinstruksikan dalam hasil rapat besar pencak silat Rejang Pat Petulai pada kenduri Pat Sudut beberapa waktu lalu untuk menyiapkan 1000 kursi pengunjung, namun persiapan itu ludes masih banyak yang berdiri. Kami cek buku tamu yang baru tercatat 1.302 orang, konsumsi yang sudah kami sediakan ludes. Bukan berarti kami keberatan tapi kami sangat senang dan gembira, apa yang kami sediakan dan kami masak itu dimanfaatkan tidak mubazir.”
Dihadiri Lengkap oleh Pemerintah Pusat, Daerah, dan Adat
Acara ini dihadiri oleh:
• Staf Ahli Bupati Rejang Lebong, TAMAN, SP, M.Si • Perwakilan Kementerian Kebudayaan RI, Bram Iswanto, SE, MM • Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Zakaria Efendi, S.Pd.I, M.Pd beserta staf kebudayaan Rizal Falepi, SE, Lukman, Joko Wantoro • Kadis Dispora, Rezza Fahlefie, SE, MM • Balai Pelestarian Kebudayaan Bengkulu, Pak Erik dan anggota • Kapolsek Selupu Rejang beserta anggota Polres Rejang Lebong • Seluruh toko masyarakat, imam, BMA dari desa dan kelurahan se-Rejang Lebong, serta penggiat Pencak Silat Rejang Pat Petulai.
Pesan Penting dari Pemerintah
Staf Ahli Bupati Rejang Lebong, TAMAN, SP, M.Si dalam sambutannya berpesan:
“Saya mengajak kepada seluruh orang tua dan masyarakat untuk trus mengajarkan kepada anak-anak generasi khususnya Rejang Lebong untuk mengenal sejarah budaya Rejang Lebong yang sebenarnya.”
Sementara Bram Iswanto, SE, MM dari Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendukung pelestarian budaya Rejang sebagai kekayaan nasional.
Ucapan Terima Kasih Guru Besar
Menutup acara, Guru Besar Pencak Silat Rejang Pat Petulai, Aminudin Samad&fatahul arifin menyampaikan:
“Terima kasih tak terhingga kepada Kementerian Kebudayaan RI dan Provinsi Bengkulu yang sudah memberi support dukungan penuh kepada perguruan pencak silat Rejang Pat Petulai untuk mengangkat cerita budaya leluhur Rejang dalam tema drama kolosal yang berjudul Benuang Sakti.”
Drama kolosal ini membuktikan bahwa Pencak Silat Rejang Pat Petulai bukan sekadar bela diri, melainkan penjaga marwah dan ingatan kolektif Suku Rejang.
Hormat Kami,
Humas Perguruan Pencak Silat Rejang Pat Petulai,
Dioba, Boris, Putra, dan Mandala
Sekretariat: Kel. Karang Anyar, Curup Timur, Rejang Lebong