CURUP UTARA latersia. Com— Aktivitas sejumlah tambang yang beroperasi hingga 24 jam di wilayah Tunas Harapan, Kecamatan Curup Utara, khususnya di kawasan Jalan Irigasi Curup Utara, dikeluhkan masyarakat karena dinilai mengganggu ketenangan warga yang tinggal di sekitar lokasi.
Gabungan masyarakat setempat sebelumnya telah menyampaikan keluhan kepada pihak RT dan RW agar dapat diteruskan kepada Pemerintah Kecamatan Curup Utara. Warga berharap laporan tersebut dapat segera ditindaklanjuti dan pemerintah dapat mencari solusi terhadap aktivitas tambang yang dinilai berdampak langsung terhadap permukiman masyarakat.
Salah seorang warga, Ibu Meni, berharap pemerintah memberikan dukungan dan melakukan upaya nyata untuk melindungi kenyamanan masyarakat. Menurutnya, aktivitas pertambangan di wilayah Curup Utara berasal dari berbagai kegiatan tambang, baik perusahaan maupun tambang rakyat.
Warga juga mengeluhkan lalu lintas kendaraan tambang yang melintas di kawasan permukiman. Mereka menyebut aktivitas kendaraan tersebut diduga telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah dan pecahnya kaca milik warga.
“Kami berharap pemerintah dapat mengambil langkah dan membuat aturan yang jelas terkait aktivitas tambang yang mengganggu ketenangan masyarakat,” demikian keluhan warga.
Masyarakat meminta pemerintah daerah dapat melakukan penertiban serta mengevaluasi aktivitas tambang yang berada dekat dengan permukiman. Warga juga berharap pihak terkait, termasuk pihak HPH, dapat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi dan mendengarkan keluhan masyarakat di wilayah Tunas Harapan.
Berdasarkan informasi dari masyarakat, terdapat sekitar lima aktivitas tambang yang beroperasi di wilayah tersebut. Warga berharap persoalan ini dapat segera mendapat perhatian pemerintah sehingga kegiatan pertambangan tetap berjalan sesuai ketentuan, namun tidak mengorbankan keamanan, kenyamanan, dan ketenangan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.