Pemukiman desa baru manis dimulai dari tahun 1927 jauh sebelum Indoensia memproklamirkan kemerdekaan Nya 17 Agustus 1945. Oleh Kolonia Belanda dimukimkan penduduk dari pulau jawa ke daerah daerah luar pulau jawa salah satunya adalah ke daerah Baru Manis . Desa Baru Manis terletak di kecamatan Bermain Ulu Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Penduduk Desa Baru Manis sebagai besar adalah suku/etnis Jawa dimana terdiri dari 6 dusun yang ada. 4 dusun sebagain besar adalah masyarakat suku Jawa dan 2 dusun adalah masyarakat suku asli. Bahasa sehari-hari di desa ini memakai Bahasa Jawa. Mata pencaharian masyarakat di desa Baru Manis adalah mayoritas petani baik itu petani palawija maupun petani perkebunan kopi. Karena iklim pegunungan dibawah Bukit Daun ± 800 dpl.
Dalam bincang bincang awak media ini dengan Kepala Desa Baru Manis Sopian Effendi sesaat seusai Acara sedekah Bumi ( Senin 5 Agustus 2024) terkuak bahwa usia Desa Baru Manis kini 97 tahun.
Tiga tahun lagi usia Desa Baru Manis sudah 100 tahun, maka momen ini kami gunakan untuk membangkitkan semangat membangun Desa dengan motto Baru Manis Meoijio Bener Bener Manusia. “Ujar Kepala Desa”. 100 tahun desa Baru Manis dihitung dari penempatan pemukiman dari Jawa tahu. 1927. Penempatan pemukiman pada masa Kolonial Belanda. Para sepuh atau tetua masyarakat Jawa menamakan “Merasi” Pemukiman masyarakat ini awalnya dimaksudkan oleh kolonial Belanda sebagai penduduk tenaga kerja pada perkebunan teh Belanda.
Setelah Indonesia merdeka kebanyakan perkebunan teh Belanda bubar. Termasuk di desa Baru Manis. Masyarakat kolonisasi dari Jawa tetap bertahan di desa ini. Karena alam mendukung maka masyarakat berusaha di bidang pertanian tanah yang subur dan sumber air melimpah dan didukung dengan masyarakat berasal dari etnis Jawa maka tak heran kakak masyarakat masih membawa tradisi tanah leluhurnya yaitu dari Jawa.
Tradisi seperti sedekah bumi di Desa Baru Manis, adalah merupakan ucapan syukur masyarakat kepada sang pencipta langit dan bumi, ucapan syukur atas hasil yang di dapat, semoga hasil menjadi berkah dan masyarakat menjadi makmur dan sejahtera “lanjut Sofian Effendi.
Sedekah bumi dihadiri oleh masyarakat Baru Manis, para tokoh masyarakat, camat unsur Muspika dan Bupati Rejang Lebong Drs Syamsul Effendi, MM. Seusai Sedekah Bumi; siangnya dilanjutkan dengan pengeluaran wayang kulit semalam suntuk (Ket).